Monday, May 3, 2010

Waspada, Preeklamsia Bisa Sebabkan Kematian!

Waspada, Preeklamsia Bisa Sebabkan Kematian!

PREEKLAMSIA adalah keracunan pada kehamilan. Preeklamsia umumnya terjadi pada perempuan hamil yang berusia sekitar 20 tahun atau di atas 35 tahun. Preeklamsia juga dapat terjadi pada perempuan yang hamil pertama kali.
Preeklamsia adalah salah satu penyakit yang sering dijumpai pada ibu hamil dan masih merupakan salah satu penyebab kematian besar di dunia. Di Amerika Serikat, 1/3 dari kematian ibu disebabkan oleh preeklamsia. Begitu pula di Indonesia.


Preeklamsia adalah keracunan pada kehamilan. Ini biasanya terjadi pada trimester ketiga kehamilan atau bisa juga muncul pada trimester kedua. Preeklamsia mungkin terjadi pada setiap ibu hamil. Beberapa kondisi yang memiliki kemungkinan mengalami preeklamsia, yaitu kehamilan pertama, kehamilan bayi kembar, ibu hamil pengidap diabetes, ibu hamil yang memiliki riwayat hipertensi, memiliki masalah dengan ginjal, dan juga wanita yang hamil pertama pada usia 20 tahun di atas 35 tahun.

Risiko preeklamsia juga meningkat pada kehamilan si ibu yang memang sudah pernah mengalami preeklamsia pada kehamilan sebelumnya. Jika hal ini tidak ditangani dengan tepat dan cepat, preeklamsia akan segera berubah menjadi eklamsia, yaitu infeksi dan pendarahan. Dan ini bisa berakibat fatal.

Faktor Penyebab dan Gejala

Hampir semua wanita hamil bisa mengidap preeklamsia. Menurut dr Mufti Yunus SpOG dari Rumah Sakit Omni International Serpong, Tangerang, faktor risiko terbesar adalah ibu yang baru pertama kali hamil pada usia 20 tahun. “Preeklamsia bisa juga terjadi pada wanita yang menjalani masa kehamilan pada usia 30-35 tahun dan wanita yang menderita obesitas,” katanya.

Preeklamsia juga bisa terjadi pada kondisi kehamilan kembar dan kehamilan jarak jauh, sekitar 10 tahun. Preeklamsia juga sering dikaitkan dengan faktor genetik seseorang. Ada banyak gejala yang muncul. Terkadang gejala-gejala ini kerap kali dianggap wajar. Salah satunya adalah sakit kepala karena hipertensi, terutama jika kehamilan telah mencapai usia lebih dari 20 minggu.

“Biasanya si ibu akan merasakan sakit kepala yang teramat sering,” katanya.

Pada kasus ini akan ditemukan peningkatan tekanan darah lebih dari 130/90 mmHg. Terjadi pembengkakan di daerah kaki dan tungkai. Pada kondisi yang lebih berat, pembengkakan terjadi di seluruh tubuh karena pembuluh kapiler bocor, sehingga air yang merupakan bagian sel merembes dan masuk ke dalam jaringan tubuh dan tertimbun di bagian tertentu.

“Pada pemeriksaan akan ditemukan kadar protein tinggi di dalam urin karena gangguan dari ginjal,” terangnya.

Pada beberapa kasus juga ditemukan gejala penglihatan menjadi kabur dan sensitif terhadap cahaya. Si ibu juga sering merasakan nyeri perut bagian atas, biasanya di bawah rusuk sebelah kanan, disertai mual. Kenaikan berat badan lebih dari 1,36 kg setiap minggu selama trimester kedua dan lebih dari 0,45 kg setiap minggu pada trimester ketiga.

Diagnosa dan Pengobatan

Diagnosa ditegakkan berdasarkan riwayat pasien dan pemeriksaan. “Apabila pada pemeriksaan ditemukan kondisi seperti yang telah disebutkan di atas, sudah bisa dipastikan ibu itu menderita preeklamsia,” jelasnya. Pemeriksaan melliputi pemeriksaan darah, jumlah urin, dan pemeriksaan ginjal.

Bila si ibu hanya mengalami preeklamsia ringan, kondisi ini tidak selalu memerlukan obat tapi hanya pemeriksaan rutin kehamilan. Pemberian obat atau suplemen tidak menjamin mencegah si ibu dari preeklamsia, tetapi membantu mengontrol kondisi si ibu. Tapi jika preeklamsia yang lebih serius, si ibu disarankan beristirahat total di tempat tidur atau mungkin dianjurkan menjalankan perawatan di rumah sakit karena kondisi umumnya harus dipantau terus guna melihat tekanan darah dan perkembangan bayi.

Pengobatan yang dilakukan tergantung pada umur kehamilan dan seberapa dekatnya dengan perkiraan kelahiran. Bila preeklamsia terjadi pada minggu-minggu akhir kehamilan, dokter akan mengambil tindakan untuk segera mengeluarkan bayi. Tetapi jika preeklamsia terjadi pada awal kehamilan, dokter akan berusaha memperpanjang kehamilan sampai bayi dianggap telah cukup kuat untuk lahir.

Apabila sudah dekat dengan tanggal perkiraan kelahiran dan bayi sudah dianggap cukup berkembang, dokter akan menyarankan untuk mengeluarkan si bayi sesegera mungkin.

“Tapi ada baiknya jika si ibu menjalani perawatan di rumah sakit sebelum persalinan untuk menghindari risiko terburuknya,” katanya.

Ingat, jangan sampai si ibu mengalami kejang. Jika tidak, kondisi menjadi buruk. Jika kondisi semakin memburuk, hal itu akan mempengaruhi fungsi jantung, hati dan paru-paru yang dapat menyebabkan kematian. Jika keadaan umum si ibu kian memburuk, dokter akan segera melakukan induksi atau bedah caesar untuk mempercepat kelahiran dan menyelamatkan ibu dan bayi.

Bisa Normal

Banyak yang beranggapan bahwa ibu hamil mengalami preeklamsia tidak bisa melahirkan normal. Apalagi pada kasus preeklamsia yang serius. Namun hal itu tidak sepenuhnya benar. Ibu hamil yang menderita preeklamsia bisa melahirkan dengan normal dengan syarat kehamilannya sudah cukup untuk dilahirkan dan dilihat adanya kematangan dari mulut rahim si ibu.

“Yang harus diperhatikan untuk penderita preeklamsia yang ingin melahirkan normal, yaitu menjaga supaya tidak terjadi kejang-kejang dan oksigenisasi. Dan yang terpenting, pemberian obat anti hipertensi,” terangnya.

Karena penyebab pasti preeklamsia belum diketahui, pencegahan dini yang dapat dilakukan adalah memastikan pemeriksaan rutin setiap bulan agar perkembangan berat badan serta tekanan darah ibu dapat terpantau dengan baik. Oleh karena itu, sangat disarankan kepada ibu hamil untuk memeriksakan dirinya ke dokter secara rutin guna menangani penyakit ini sejak dini. Tentu pola makan si ibu juga harus diperhatikan, mengingat obesitas juga bisa menjadi penyebab preeklamsia. Sebaiknya ibu menjalani pola makan yang sehat dengan menu seimbang. Idealnya pola makan sudah diterapkan sejak sebelum hamil atau ketika merencanakan kehamilan.
http://lifestyle.okezone.com/read/2010/04/19/27/324153/27/waspada-preeklamsia-bisa-sebabkan-kematian
Read More..

Plus Minus Persalinan Dalam Air (water birthing)

Plus Minus Persalinan Dalam Air (water birthing)

Jakarta, Banyak cara yang dilakukan oleh para ibu hamil untuk mengurangi rasa nyeri yang akan menyerang saat proses persalinan. Kini waterbirth (persalinan dalam air) banyak dipilih oleh perempuan hamil untuk melahirkan.

Waterbirth adalah proses melahirkan di dalam air, pada proses tersebut ibu yang akan melahirkan berendam dalam suatu bak berisi air hangat yang steril hingga melahirkan. Air dipercaya memiliki efek pengobatan dan dapat memperpanjang kehidupan.

"Air mempengaruhi efek gravitasi, dimana dengan adanya perbedaan berat jenis antara manusia dengan air, maka tubuh manusia akan merasa lebih ringan bila berada di air," ujar Dr. med. dr. Damar Pramusinto, SpOG(K), dalam acara seminar Persalinan Tanpa Nyeri Persalinan Nyaman di Aula FK-UI, Jakarta.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa melahirkan di air tidak memberikan efek luaran yang berbeda dengan melahirkan di darat. Berendam di air juga menjadi cara yang aman untuk mengurangi edema dan menurunkan tekanan darah.
"Air hangat yang digunakan akan membuat otot-otot menjadi lebih rileks dan nyeri akan terasa berkurang," tambahnya. Air hangat juga akan membuat pembuluh darah melebar dan meningkatkan hantaran saraf, metabolisme jaringan setempat, dan meningkatkan suhu jaringan.

Persalinan di air yang didampingi dengan tenaga kesehatan akan menurunkan keperluan intervensi obstetri dan merupakan alternatif strategi mengatasi nyeri. Untuk persalinan normal, berendam dalam air akan mengurangi pemberian analgesia dan meningkatkan kepuasan.

"Peningkatan rasa nyaman pada sang ibu akan membuat rasa cemas berkurang dan mengurangi produksi hormon stres (katekolamin dan noradrenalin), dan meningkatkan hormon oksitosin dan endorfin sehingga persalinan menjadi lebih lancar," ungkap dokter yang juga sebagai Staf Divisi Fetomaternal Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSCM.

Tapi risiko yang bisa dihadapi jika melakukan persalinan di air adalah terjadi peningkatan risiko infeksi, sulit untuk mengontrol jumlah darah yang hilang, memonitor janin lebih longgar dan kadang kontraksi menjadi tidak efektif.

Sementara pada bayi memiliki risiko seperti aspirasi air (air masuk ke paru-paru), hipoksia (kekurangan oksigen), peningkatan infeksi, dan keterlambatan pertolongan bila terjadi sesuatu yang gawat pada janin. Pada proses ini juga boros dalam penggunaan air.

Dr. Damar juga mengingatkan, ibu yang ingin melahirkan di air sebaiknya kehamilannya adalah kehamilan tunggal. Ibu tidak memiliki kontraindikasi untuk melahirkan di air, pastikan bahwa janin sejahtera, dan tidak punya riwayat melahirkan secara cesar.

Saat melahirkan di air ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Ibu harus cukup minum supaya tidak dehidrasi.
2. Temperatur air antara 35-38 derajat Celcius, supaya tetap nyaman, mencegah dehidrasi, dan pemanasan berlebih.
3. Harus ada yang mengawasi selama ibu berada di bak.
4. Bila ibu berendam lebih dari 2 jam, efisiensi kontraksi dapat berkurang.
5. Bokong dapat diangkat dari air untuk mendengarkan denyut jantung janin atau untuk pemeriksaan persalinan.
6. Penolong harus menggunakan pelindung diri yang memenuhi syarat untuk mencegah infeksi.
7. Setelah bayi lahir, segera dibawa ke permukaan.


Sebelum memutuskan untuk melakukan persalinan di air, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter untuk mengetahui apakah ibu memenuhi syarat untuk melakukannya. Pastikan bahwa bak yang akan digunakan benar-benar steril dan terawat serta menggunakan air mengalir. detikhealth
Read More..

Emosi Ibu Pengaruhi Bayi Dalam Kandungan

Emosi Ibu Pengaruhi Bayi Dalam Kandungan

Para ahli dan fakta menganjurkan pentingnya pikiran sehat selama masa kehamilan, karena dapat membantu pembentukan jasmani, penyembuhan internal, bahkan mempengaruhi nutrisi bagi kesehatan bayi.

Apa yang ada dalam pikiran seorang ibu hamil memiliki hubungan fisik terhadap anak dalam kandungan. “Semua yang dirasakan dan dipikirkan akan tersalurkan melalui hormon syaraf kepada bayinya, sama halnya dengan alkohol dan nikotin,” jelas Dr. Thomas Verny, sebagaimana para penerbit buku, penyelenggara profesional, pencetus Yayasan Kesehatan dan Psikologi Prenatal dan Perinatal (APPPAH) serta Jurnal Kesehatan dan Psikologi Prenatal dan Perinatal, telah menobatkan dirinya sebagai salah seorang pengemuka dunia bidang penanganan dampak lingkungan pra-lahir terhadap pengembangan kepribadian.

Kamus pengobatan mendefinisikan emosi sebagai suatu kondisi mental dan fisik, yang ditimbulkan oleh hormon dan senyawa lain yang terkait dengan emosi. Lebih jauh, Deepak Chopra, M.D menjabarkan kondisi mental dan fisik dalam sebuah karya tulisannya, “Pemikiran yang kita rasakan disebut emosi.”

Emosi seorang ibu tercipta melalui cara ia merasakan kehamilannya, rencana memandikan bayi, dekorasi kamar bayi, perkawinan, pekerjaan, kesehatan atau apa pun. Pemikiran dari seorang wanita hamil merupakan titik awal dari emosinya. Dan emosi adalah titik awal bereaksinya hormon syaraf yang dimaksud oleh Dr. Thomas Verny tadi.

Dalam bukunya Magical Beginnings, Enchanted Lives, Dr. Deepak Chopra dengan jelas mengemukakan hasil yang ditunjukkan oleh penelitian atas kehamilan. Saat seorang ibu hamil merasakan kegelisahan, tertekan atau ketakutan, hormon stress dengan sendirinya akan mengalir melalui aliran darah dan mengenai plasenta sang bayi. Ratusan studi memastikan bahwa zat kimia yang dikeluarkan oleh tubuh ibu hamil ditransportasikan ke dalam rahim dan bisa mempengaruhi kondisi janin.

Pemikiran negatif seringkali merupakan akar penyebab dari reaksi stress yang disebabkan karena perasaan takut. Ditegaskan oleh Deepak Chopra bahwa, “Stres bisa mengaktifkan sistem kelenjar endokrin dari tubuh sang cabang bayi dan ini akan mempengaruhi perkembangan otaknya. Seorang anak yang terlahir dari rahim seorang ibu yang mengalami stress berlebihan semasa kehamilan sangat mungkin memiliki kelainan perilaku dalam kehidupannya nantinya.”

Selebihnya Verny mengatakan, “Studi menunjukkan bahwa seorang ibu hamil yang mengalami stres yang ekstrim dan tak berkesudahan punya kecenderungan memiliki bayi yang prematur, memiliki berat di bawah rata-rata, hiperaktif, mudah marah dan kolik.”

Ahli biologi sel dan syaraf, Bruce Lipton Ph.D menulis, “Ketika mengalir ke dalam plasenta, hormon dari ibu yang mengalami stres kronis ini akan mengacaukan distribusi aliran darah pada janinnya dan mengakibatkan perubahan karakteristik psikologi sang bayi.”

Di sisi lain, Verny mengatakan, “ Emosi yang positif telah menunjukkan banyak kemajuan bagi kesehatan si cabang bayi.” Selanjutnya ia mengatakan, ”Pemikiran akan hal-hal yang menyenangkan yang disalurkan masuk mampu menghasilkan keseimbangan, kebahagiaan, dan watak yang tenang sepanjang kehidupan si anak kelak.” Deepak Chopra setuju bahwa :”Pada saat Anda merasakan kegembiraan, tubuh Anda akan memproduksi zat kimia alami, endorfin dan encephalin. Pada saat Anda merasakan ketenangan dan kedamaian, tubuh Anda akan menghasilkan reaksi kimia yang serupa dengan resep obat penenang.” Tanpa stress, sistem syaraf kejang dari bayi Anda akan bekerja sangat pelan. Ketika Anda tenang dan terfokus, bayi Anda akan tumbuh dan berkembang dalam keadaan penuh damai,” lanjut Chopra.

Dalam memberikan nutrisi bagi janin, Verny mengajurkan 47 latihan yang bisa dilakukan oleh wanita hamil selama masa kehamilan. Salah satunya adalah dengan visualisasi kreatif. Bentuk pencitraan mental ini dapat mengatur keadaan bawah sadar seseorang, mengubah persepsi dan reaksi dari negatif menjadi positif. Verny menuliskan, ini terbukti telah membantu menyembuhkan penyakit, meningkatkan kinerja dan memperbaiki kondisi otak. Praktek ini diterapkan oleh para tabib kuno, dukun, para yogi selama ribuan tahun, perwujudan merupakan garis pertahanan pertama melawan penyakit.

Penelitian telah membenarkan bahwa pencitraan dapat mengubah aliran darah, menumbuhkan sel-sel yang sehat, dan menghancurkan sel-sel kanker. Lipton bahkan menyatakan bahwa seorang ibu hamil dapat mempengaruhi perkembangan genetika bayinya. Apakah itu disebut pencitraan, visualisasi, meditasi, atau hipnosis, penelitian selama beberapa dekade telah menggunakan proses ini menghasilkan banyak perubahan nyata terhadap mental, emosional, dan tubuh fisik.

Jika Anda sedang mengandung, ada baiknya Anda mencoba cara berikut ini:

1. Carilah tempat yang sepi, tutup mata dan bayangkan Anda sedang melihat, merasakan atau bahkan mendengar suara dan gerakan bayi yang sehat.

2. Ciptakan sebanyak mungkin sentuhan yang hendak Anda rasakan, sebagaimana merasakan mungkin lebih penting daripada melihat.

3. Gunakan imaginasi Anda sekreatif mungkin, dan bayangkan dalam mimpi. Jika pikiran lain masuk ke dalam benak Anda, perlahan-lahan fokuskan kembali ke diri Anda yang diselimuti kebahagiaan dan bayi Anda yang sehat.

4. Seperti seorang aktor yang membangun emosinya dalam sekejap, melatih pikiran dan perasaan yang positif akan mendorong urat syaraf dan sistem otak Anda untuk segera bereaksi. Semakin sering Anda berlatih, semakin cepat dan semakin baik Anda belajar mengembangkan emosi-emosi positif ini.

Panduan tentang perumpamaan yang lebih mendalam:

- Bayangkan bayi yang sedang tumbuh.

- Mungkin dia setinggi satu centimeter atau mungkin sepuluh centimeter.

- Bayangkan bagaimana wujud seorang anak yang sehat.

- Rasakan apa yang dirasakan seorang anak yang sehat.

- Dengar seperti apa kedengarannya anak yang sehat.

- Bagaimana jantungnya memompa darah?

- Bagaimana lengannya bergerak?

- Bagaimana sel-nya tumbuh?

- Melihat senyum si kecil di dalam rahim.

- Mendengar dia tertawa, dan merasakan bahagia bergerak dalam gerakan yang riang.

- Tidak ada benar atau salah. Biarkan selama lima menit, bagaimanapun gambaran tentang anak yang sehat bisa dibayangkan. (James Goodlatte/ The Epoch Times/ mya)

Read More..

Bahayakah Seks Saat Hamil?

Bahayakah Seks Saat Hamil?

Sebagian perempuan takut melakukan hubungan seksual saat hamil. Beberapa merasa gairah seksualnya menurun karena tubuh mereka melakukan banyak penyesuaian terhadap bentuk kehidupan baru yang berkembang di dalam rahim mereka. Sementara di saat yang sama, gairah yang timbul ternyata meningkat. Ini bukan kelainan seksual. Memang ada masanya ketika ibu hamil mengalami peningkatan gairah seksual.


Trimester pertama: Minat menurun Pada trimester (3 bulan) pertama, biasanya gairah seks menurun. Jangankan kepingin, bangun tidur saja sudah didera morning sickness, muntah, lemas, malas, segala hal yang bertolak belakang dengan semangat dan libido. Fluktuasi hormon, kelelahan, dan rasa mual dapat menghisap semua keinginan untuk melakukan hubungan seks.

Trimester kedua: Minat meningkat (kembali) Memasuki trimester kedua, umumnya libido timbul kembali. Tubuh sudah dapat menerima dan terbiasa dengan kondisi kehamilan sehingga ibu hamil dapat menikmati aktivitas dengan lebih leluasa daripada di trimester pertama. Kehamilan juga belum terlalu besar dan memberatkan seperti pada trimester ketiga. Mual, muntah, dan segala rasa tidak enak biasanya sudah jauh berkurang dan tubuh terasa lebih nyaman. Demikian pula untuk urusan ranjang. Ini akibat meningkatnya pengaliran darah ke organ-organ seksual dan payudara.

Trimester ketiga: Minat menurun lagi Libido dapat turun kembali ketika kehamilan memasuki trimester ketiga. Rasa nyaman sudah jauh berkurang. Pegal di punggung dan pinggul, tubuh bertambah berat dengan cepat, nafas lebih sesak (karena besarnya janin mendesak dada dan lambung), dan kembali merasa mual, itulah beberapa penyebab menurunnya minat seksual. Tapi jika Anda termasuk yang tidak mengalami penurunan libido di trimester ketiga, itu adalah hal yang normal, apalagi jika Anda termasuk yang menikmati masa kehamilan. Anda juga termasuk beruntung karena tidak perlu tersiksa oleh kaki yang membengkak, sakit kepala, atau keharusan beristirahat total.

Selain hal fisik, turunnya libido juga berkaitan dengan kecemasan dan kekhawatiran yang meningkat menjelang persalinan. Pertanyaan yang paling umum adalah “apakah berhubungan seksual dapat membahayakan janin?”. Secara medis tidak ada sesuatu yang perlu dirisaukan jika kehamilan tidak disertai faktor penyulit, artinya kondisinya sehat-sehat saja. Yang termasuk faktor penyulit adalah ancaman keguguran, hipertensi, muntah-muntah yang berlebihan, atau kondisi kesehatan tertentu lainnya. Hal-hal yang dikhawatirkan dapat timbul karena melakukan hubungan seks terhadap kehamilan:

Keguguran

Banyak pasangan yang merasa khawatir bahwa seks selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran. Tapi sesungguhnya masalah sebenarnya bukan pada aktivitas seksual itu sendiri. Keguguran (early miscarriage) biasanya berhubungan dengan ketidaknormalan kromosom atau masalah lain yang dialami janin yang sedang berkembang. Bukan pada apa yang Anda lakukan atau tidak lakukan. Menyakiti janin Kontak seksual tidak akan menjangkau atau mengganggu janin yang terlindung oleh selaput dan cairan ketuban. Cairan ketuban adalah peredam kejut yang sangat baik sehingga gerakan saat senggama maupun kontraksi rahim saat orgasme akan teredam dan tidak mengganggu janin. Ejakulasi yang terjadi juga tidak akan membuat sperma menjangkau janin karena ada selaput ketuban yang melindungi. Penis pasangan Anda juga tidak akan menyentuh janin. Tetapi jika kenyamanan adalah masalahnya, tentu sebaiknya Anda membicarakan dengan pasangan Anda mengenai posisi pilihan.

Orgasme

Orgasme memicu kelahiran prematur karena orgasme dapat memicu kontraksi rahim. Namun kontraksi ini berbeda dengan kontraksi yang dirasakan menjelang saat melahirkan. Penelitian mengindikasikan bahwa jika Anda menjalani kehamilan yang normal, orgasme -dengan atau tanpa hubungan intim (yang berarti para lelaki tidak perlu melakukan penetrasi penis, cukup 'lainnya')- tidak memicu kelahiran prematur. Khawatir saja Jika Anda memiliki sindrom pra-menstruasi (PMS), besar kemungkinannya Anda akan mengalami mood swing yang lebih parah saat hamil. Ini tidak saja berpengaruh terhadap hasrat seksual, tapi juga kekhawatiran yang cenderung berlebihan pada dampaknya.

Perhatikan beberapa hal ini!! Jika Anda memilih seks oral, pastikan pasangan tidak meniupkan udara ke dalam vagina. Walaupun jarang, tapi masuknya udara ke dalam pembuluh darah (emboli) dapat berakibat fatal bagi Anda dan janin. Jadi sebaiknya dihindari sebisa mungkin. Hindari berbaring telentang selama berhubungan intim. Jika rahim (dan janin) menekan pembuluh darah utama di bagian belakang perut, Anda dapat merasa pusing (lightheaded) atau mual. Tapi jika anda tidak bermasalah dengan posisi ini, lakukan saja. Jika Anda memang sedang tidak ingin melakukan hubungan seksual, katakan apa adanya pada pasangan anda.

Cemas, tak nyaman, tidak tertarik sama sekali (no desire), atau tidak memungkinkan (harus menghindari) adalah beberapa alasan yang umum. Paparan pada penyakit menular seksual (PMS) selama kehamilan meningkatkan risiko infeksi yang dapat mempengaruhi kesehatan kehamilan dan janin. Jika Anda berganti pasangan seksual selama kehamilan, gunakan kondom saat berhubungan intim. Berkaitan dengan penyakit menular seksual: Safe sex is no sex. Keamanan 100% adalah ketika tidak berhubungan seksual. Ini tidak berarti bahwa suami-istri sebaiknya tidak berhubungan intim. Namun jika anda termasuk yang sering berganti-ganti pasangan seksual, camkan hal tersebut baik-baik.

Sebaiknya tidak berhubungan seks jika:

Placenta previa

Ini adalah keadaan dimana plasenta (sebagian atau seluruhnya) berada di bagian bawah rahim, menutupi mulut/jalan keluar janin. Plasenta normalnya terletak di atas rahim. Jika penetrasi menekan mulut rahim, dikhawatirkan akan terjadi perdarahan. Kelahiran prematur Ibu hamil dapat diduga mengalami kelahiran prematur jika mulai mengalami kontraksi reguler sebelum usia kehamilan 37 minggu yang menyebabkan mulut rahim mulai membuka.

Orgasme dikhawatirkan akan memicu kontraksi. Selain itu, paparan terhadap hormon prostaglandin di dalam semen (cairan sperma) juga dapat memicu kontraksi, yang walaupun tidak berbahaya bagi kehamilan normal, harus diwaspadai jika Anda memiliki risiko melahirkan (janin) prematur. Jika tetap memilih berhubungan seks, keluarkan sperma di luar vagina. Perdarahan (flek/vaginal bleeding) Perdarahan dapat dikaitkan dengan tanda-tanda keguguran. Sebaiknya hubungan seksual dihindari jika ada kasus perdarahan. Kecuali jika dokter Anda menyatakan bahwa flek yang anda alami adalah gejala normal yang kadang terjadi, tergantung usia kehamilan, kondisi janin, volume dan rupa flek, dan kondisi Anda sendiri.

Mulut rahim (cervix) lemah

Jika mulut rahim mulai membuka secara prematur, seks dapat meningkatkan risiko infeksi. Janin kembar Jika anda mengandung janin kembar, dokter/bidan mungkin menganjurkan untuk menghindari berhubungan intim saat kehamilan memasuki trimester tiga, walaupun hingga saat ini belum ditemukan ada hubungannya antara seks dengan kelahiran kembar prematur.

Tidak ada patokan yang ketat tentang batas seberapa sering hubungan seksual dapat dilakukan selama kehamilan. Sepanjang kondisi kehamilan Anda baik-baik saja, berapakalipun tidak masalah. Walaupun demikian, ada baiknya Anda memperhitungkan dampaknya agar tidak terlalu letih. Setelah melahirkan, kapan mulai berhubungan seks lagi? Tubuh Anda memerlukan waktu untuk pulih ke keadaan normal seperti sebelum hamil, baik melahirkan melalui vagina atau dengan operasi caesar.

Banyak dokter menyarankan untuk menunggu setidaknya 6 minggu sebelum mulai berhubungan intim atau selesai masa nifas. Periode ini memberi waktu bagi mulut rahim untuk kembali menutup dan bagi jahitan/luka untuk sembuh. Ketika Anda merasa siap untuk kembali berhubungan intim, mulailah perlahan. Gunakan metode yang dapat diandalkan sebagai alat kontrasepsi. Menyusui secara eksklusif (dianjurkan selama 6 bulan) akan memberi Anda perlindungan optimal. Walaupun 6 minggu telah terlewati, jika tubuh Anda merasa belum siap, jangan memaksakan diri. Pasangan Anda adalah orang yang paling patut untuk mengerti dan berempati atas kondisi yang sedang Anda alami.

http://www.dechacare.com/Bahayakah-Seks-Saat-Hamil-I289.html

Read More..

Posisi Hubungan Seks Ketika Hamil

Posisi Hubungan Seks Ketika Hamil

Bila anda hamil ini tidak bermakna anda sudah tidak boleh melakukan hubungan seks lagi. Sebaiknya anda perlu mengetahui beberapa posisi hubungan seks yang terbaik dan selesa ketika kehamilan kita semakin membesar.

Berikut adalah beberapa posisi hubungan seks terbaik semasa hamil:

  1. Posisi wanita di atas. Posisi ini adalah paling selesa untuk kebanyakan ibu hamil. Ini kerana pada kedudukan ini wanita hamil dapat mengawal kedalaman penetrasi
  2. Posisi duduk. Posisi ini biasanya popular dikalangan wanita yang berada pada pertengahan kehamilan kerana ia tidak memerlukan banyak gerakan. Suami duduk dan isteri duduk diatasnya dalam keadaan saling berdepan. Atau apabila isteri sudah semakin sarat kedudukan isteri membelakangi suami pula adalah posisi yang terbaik.
  3. Posisi suami berada di atas tetapi hanya berbaring separuh badan.
  4. Posisi berlutut atau berdiri.

Yang paling penting dari semua posisi seks semasa hamil tersebut anda perlu pastikan agar tidak memerikan tekanan atau beban pada perut ibu hamil.

Kita sedar bahawa hubungan seks merupakan satu bahagian penting dalam menyatakan perasaan kasih sayang, rasa aman dan tenang, menimbulkan perasaan kebersamaan dan mendekatkan perasaan dalam hubungan suami isteri.

Tetapi jangan pula kita meletakkan hubungan seks sebagai peranan paling penting dalam keselarasan hubungan suami isteri. Sebagai contoh Kita boleh hanya dengan cara berkomunikasi, berpelukan, bercium atau bergurau senda dapat merapatkan dan mengeratkan lagi hubungan kasih sayang kita suami isteri tanpa harus melakukan hubungan seksual.Itu sebabnya dalam semua hal kita isteri mahupun perlu saling memahami keinginan masing-masing.

Adakah Hubungan Seksual
Semasa Hamil Merbahaya?

Boleh kah melakukan hubungan seksual semasa hamil? Tak bahayakah?

Ya, anda boleh melakukan hubungan seksual dengan pasangan anda semasa kehamilan biasa atau normal.

Ada antara ibu yang risau dan salah anggap tentang seks semasa hamil boleh menyebabkan infeksi atau menjejaskan kandungannya semasa melakukan hubungan seks.

Hubungan seks atau orgasme tidak membahayakan bayi di dalam kandungan anda kerana adanya lendir dari serviks ibu(mulut rahim) yang membantu melawan terhadap kuman atau infeksi yang akan masuk ke dalam pintu rahim dan secara semulajadi juga Allah s.w.t telah menciptakan suatu perlindungan kepada bayi dalam kandungan. Bayi dalam kandungan kita berada dalam ruang rahim dan cairan ketuban serta otot rahim dan perut yang kuat melindungi bayi salama dalam proses kehamilan.

Namun kehamilan anda akan termasuk dalam kehamilan dengan risiko sekiranya ada komplikasi atau ada symptom yang tidak pernah anda rasa atau hadapi sebelum ini seperti rasa ngilu, kontraksi atau pendarahan maka anda perlu segera berjumpa denga doktor sebelum anda melakukan hubungan seksual lagi.

Biasanya doktor akan menasihatkan agar anda tidak melakukan hubungan seksual pada kes-kes kehamilan berikut:

1. Ancaman keguguran atau pernah alami keguguran.
2. Placenta berada dibawah (plasenta previa)
3. Riwayat kelahiran premature (pra-matang)
4. Pendarahan vagina atau keluar cairan yang tidak diketahui penyebabnya.
5. STD atau penyakit seksual yang menular.

Jika anda masih ragu-ragu untuk melakukan hubugan seks semasa kehamilan, jangan anda merasa malu untuk membincangkannya dengan doktor anda.

http://www.mengandung.com/newsletter/posisi-hubungan-seks-semasa-hamil.html

Read More..

Friday, April 23, 2010

Usaha Preventif Cegah Keguguran

Usaha Preventif Cegah Keguguran

Beruntunglah bila Anda mengalami kehamilan yang normal-normal saja. Pada sebagian orang, kehamilan seringkali mendapat banyak gangguan perdarahan, yang kemungkinan penyebabnya beraneka ragam. Apa saja dan bagaimana menanggulanginya?

Kasus perdarahan kehamilan cukup banyak. Pada kasus ini sebenarnya plasenta melekat pada tempat normal tapi karena suatu hal plasenta terlepas. "Penyebabnya bisa macam-macam," kata dr. RB Ontowiryo HP, ahli kebidanan dan penyakit kandungan dari RS Ibu dan Anak Harapan Kita, Jakarta.

"Bisa karena tumbuh tumor atau myom pada dinding kandungan, bisa karena tali plasenta terjerat pada kaki sang bayi sehingga saat bayi bergerak plasenta tertarik dan terlepas. Kasus kecelakaan seperti perut sang ibu terbentur sesuatu tepat di mana plasenta melekat juga bisa menyebabkan plasenta terlepas."

Penyebab lain, kasus pre-eklamsia (selama hamil mengalami kenaikan tekanan darah dan bagian tubuh tertentu membengkak). Beruntung kalau terlepasnya plasenta pada saat janin sudah cukup umur seperti yang dialami Yanti. Sebab bila terjadinya sebelum kandungan berusia 7,5 bulan (bobot bayi 1.400 -1.500 g), janin pada umumnya sulit diselamatkan.

Perdarahan pada masa kehamilan bisa juga gara-gara plasenta menutupi jalan bayi. Di sini letak plasenta tidak normal (plasenta prefia) yakni menjorok pada segmen bawah rahim, mengarah ke mulut rahim sebelah dalam. Dalam perkembangannya, semakin lama, plasenta semakin menutupi jalan keluar bayi.

Kasus ini juga bisa mengakibatkan perdarahan karena terjadinya peregangan atau pengencangan bagian bawah rahim yang menyebabkan bagian bawah rahim tertarik sehingga penanaman plasenta sedikit bergeser. "Namun, penanganannya lebih mudah dibandingkan dengan kasus pertama tadi," kata dr. Ontowiryo. "Sebab perdarahan tidak berlangsung terus-menerus, tapi secara berulang, misalnya setiap 3 - 4 minggu sekali dan tidak terasa sakit. Sehingga sang janin bisa dipertahankan lebih lama," tambahnya.

Untuk mempertahankan agar tidak terjadi kontraksi (usaha dari kandungan untuk mengeluarkan isinya), dokter memberikan obat, yang adakalanya diberikan lewat infus, sehingga kandungan tetap lemas dan plasenta tidak bergeser. Selama hamil tentu saja sang ibu disarankan untuk membatasi kegiatan sehari-hari (bed rest) sampai saatnya melahirkan.

Bercak darah dan ikatan mulut rahim


Karena kemungkinan risiko yang ditimbulkan, seringan apa pun perdarahan yang keluar semasa kehamilan haruslah diwaspadai. Kita mesti memantau apakah bercak darah hanya timbul sekali, ataukah berulang kali. Apakah bercak bertambah hebat dan disertai mulas atau tidak. Kalau bercak dibarengi mulas biasanya menunjukkan indikasi keguguran. Sebab itu begitu tampak keluar bercak merah, segeralah periksakan diri ke dokter dan beristirahat total.

Dengan beristirahat total, aliran darah ke dalam rahim menjadi baik sehingga perdarahan diharapkan akan berkurang. Untuk mengecek apakah janin masih hidup biasanya diperiksa dengan alat ultrasonografi (USG). Sementara, pengeluaran bercak tanpa disertai rasa mulas bisa diatasi dengan istirahat total ditambah obat penguat kehamilan.

Meski demikian, tak perlu juga kita cemas berlebihan bila terjadi perdarahan. Bisa saja perdarahan itu berasal dari mulut rahim yang mau terbuka, atau calon plasenta yang mau lepas, atau jalan bayi tertutup.

Kondisi mulut rahim yang kurang baik juga bisa menyebabkan perdarahan yang berakhir dengan keguguran. Misalnya, pembukaan mulut rahim sebelum waktunya. Masalah seperti ini banyak terjadi pada ibu yang sering mengalami keguguran atau sering melahirkan. Pada kasus yang terakhir ini, kondisi serviksnya kurang baik atau robekan di bagian vaginanya tidak tertutup dengan sempurna.

Untuk menghindari terjadinya keguguran, mulut rahim yang sudah agak terbuka tadi diikat atau dijerat dengan "pita" khusus dan baru dibuka kembali pada saat usia kehamilannya sudah cukup tua. Selama diikat, tidak disarankan berhubungan dengan pasangan sebab bisa menyebabkan kontraksi.

Lagipula "pita" penjeratnya keras! Ketika janin berhasil dipertahankan, setelah perdarahan, si ibu hendaknya memperhatikan kesehatan tubuh sambil tak lupa menghindari stres. Makanan yang dikonsumsi hendaknya bergizi tinggi seperti makanan kaya zat besi, kalori, dan protein. Ditambah lagi, cukup vitamin dan mineral. Mintalah nasihat ahli gizi agar tersusun menu yang diperlukan.

Ulah virus


Perdarahan selama kehamilan bisa pula merupakan indikasi adanya ketidakberesan pada kehamilan itu sendiri. Yang paling dicemaskan kalau terjadi pada triwulan pertama masa kehamilan. Perdarahan pada masa ini merupakan tanda-tanda akan terjadinya keguguran. Pada masa-masa awal kehamilan, janin memang masih lemah karena plasenta belum terbentuk.

Perkembangan janin dari 1 - 3 bulan hanya tergantung dari peran hormon. Secara alamiah, ada wanita tertentu memang "berbakat" mengalami perdarahan, yang kemudian diikuti keguguran. Untuk menanggulanginya, tentu harus dicari secara saksama penyebab utamanya. Setelah ditemukan penyebabnya, baru dilakukan tindakan medisnya.

Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah ketidakseimbangan atau gangguan hormonal. Pada kasus ini umumnya keguguran tidak bisa dihindari. Gangguan terhadap peran hormon penunjang kehamilan pada awal kehamilan 1 - 3 bulan menyebabkan janin tidak berkembang dan gugur. Supaya tidak terulang, sebelum menyiapkan kehamilan berikutnya, sang ibu diberi terapi hormon sampai kadar hormon dikatakan seimbang.

Janin tidak normal juga bisa berujung keguguran. Ketidaknormalan tadi salah satunya akibat kurang baiknya kualitas bibit. Misalnya karena usia sang ibu sudah di atas 35 tahun, menderita penyakit menahun atau berat seperti TBC usus atau bibit sang suami kurang bagus kualitasnya. Dengan sendirinya janin tidak akan terbentuk normal sampai akhirnya berhenti tumbuh.

Janin tidak normal, bisa pula akibat terkena infeksi macam toksoplasma (virus yang ditularkan oleh kucing dan burung), Rubella, Herpes Virus 1 dan 2 yang disebut TORCH. Kuman penyakit ini tidak bisa dibunuh tapi hanya diturunkan keaktifannya dan daya tahan tubuh ibu dinaikkan.

Karenanya, uji TORCH perlu dilakukan sebelum memutuskan hamil kembali. Bila kadar IGG (imunoglugolin) tidak naik lagi, berarti stabil atau turun (virus kalah dan tidak berdaya lagi). Si ibu boleh hamil kembali.

Durian dan tape dilarang?


Selain perdarahan, nutrisi ternyata juga perlu diperhatikan untuk mencegah keguguran janin. Sebab bukankah kehamilan harus pula didukung oleh nutrisi yang baik? Sayangnya, dengan sering mual, pusing dan muntah, acapkali sang ibu mengalami gangguan asupan nutrisi sehingga energinya terkuras serta aliran oksigen ke jaringan berkurang. Akibatnya bisa saja rahim tidak kuat mempertahankan janin.

Demikian pula apabila sang ibu mengalami anemia atau kekurangan sel darah merah. Makanan yang dibawa bersama sel darah merah pun menjadi berkurang sehingga suplai makanan kurang dan secara otomatis pertumbuhan janin terhambat. Sebab itu, setiap ibu hamil dianjurkan minum tambahan vitamin serta makan makanan yang memenuhi persyaratan gizi seperti yang dianjurkan dokter.

Makanan berprotein tinggi serta sayuran dan buah-buahan lebih dianjurkan ketimbang makanan berkarbohidrat tinggi. Menu tinggi karbohidrat seringkali menyebabkan janin terlalu besar.

Selama hamil hendaknya juga dihindari makan makanan beralkohol tinggi macam durian dan tape. "Semakin enak, biasanya semakin tinggi alkoholnya," tambah dr. Ontowiryo. "Dan ini ikut menghambat pertumbuhan janin." Kalau dikatakan bahwa nenas muda bisa menggugurkan kandungan, menurut dr. Ontowiryo tidak benar, kecuali kalau terjadi diare hebat yang menyebabkan mulut rahim mengendor.

Dokter ini juga menambahkan, banyak minum air es tidak akan menyebabkan janin lebih besar kecuali kalau selalu diminum dengan sirop. Bahwa minyak kelapa yang konon dapat menyebabkan kelahiran lebih lancar, juga pandangan yang salah. "Minyak kelapa 'kan hanya sampai usus, tidak ke vagina!" tegasnya.

Untuk mencegah terjadinya keguguran, selama hamil sebaiknya ibu tidak bekerja berat, terlalu capek, dan menghindari stres. Soalnya, stres yang berlebihan akan meningkatkan adrenalin sehingga terjadi penyempitan pada pembuluh darah yang berakibat kurangnya aliran darah ke rahim. Bila terjadi vaso kontraksi atau timbul reaksi kandungan untuk mengeluarkan bayi, dikhawatirkan akan terjadi keguguran.

Yang tak kalah pentingnya adalah mempersiapkan diri menghadapi kehamilan. Bila sebelumnya dirasakan adanya kelainan, seperti tumbuhnya tumor, keputihan, infeksi leher rahim, kista, mengalami endometriosis, dll, perlu segera diperiksa dan diobati agar bila kehamilan tiba, janin bisa tumbuh baik dan lahir dengan selamat.
(muslimdaily.net/rmd/dccr)

http://www.muslimdaily.net/wanita/3341/usaha-preventif-cegah-keguguran


Read More..

Wednesday, April 21, 2010

Hamil Anggur (Mola Hidatidosa)

Hamil Anggur (Mola Hidatidosa)


Diskripsi
Dalam kedokteran sebenarnya tidak mengenal istilah Hamil Anggur. Kedokteran menyebut kehamilan abnormal berupa tumor jinak yang terjadi akibat kegagalan pembentukan janin, "bakal janin" ini dengan istilah Mola hidatidosa. Bentuknya memang mirip gerombolan buah anggur, sehingga orang menyebutnya hamil anggur.

Tumor jinak mirip anggur tersebut asalnya dari trofoblas, yakni sel bagian tepi ovum atau sel telur, yang telah dibuahi, yang nantinya melekat di dinding rahim dan menjadi plasenta (tembuni) serta membran yang memberi makan hasil pembuahan.

Hamil anggur atau Mola hidatidosa dapat terjadi karena: 1). Tidak ada buah kehamilan Justify Full(agenesis) atau ada perubahan (degenerasi) sistem aliran darah terhadap buah kehamilan, pada usia kehamilan minggu ketiga sampai minggu keempat, 2) Aliran (sirkulasi) darah yang terus berlangsung tanpa bakal janin, akibatnya terjadi peningkatan produksi cairan sel trofoblas (bagian tepi sel telur yang telah dibuahi), 3) Kelainan substansi kromosom (kromatin) seks.

Penyebab hamil anggur belum diketahui secara pasti. Tetapi diduga pencetusnya antara lain kekurangan gizi dan gangguan peredaran darah rahim.

Gejala
Gejala dari penyakit ini dintunjukan sebagaimana orang hamil normal, tanda awal persis kehamilan biasa, misalnya terlambat haid, keluhan mual, muntah. Hanya saja keluhan tersebut lebih hebat. Jika diperiksa tes kehamilan, hasilnya positif juga. Selain gejala umum di atas, tanda-tanda lain diantaranya: tidak ada tanda-tanda gerakan janin, rahim nampak lebih besar dari umur kehamilan, misalnya terlambat 2 bulan, rahim nampak seperti hamil 4 bulan, keluar gelembung cairan mirip buah anggur bersamaan dengan perdarahan.

Pengobatan
Jika penderita ingin punya anak maka bisa dilakukan pembersihan rahim. Jika tidak, maka penanganan medisnya dengan mengangkat rahim.

http://health.detik.com/read/2009/07/02/114119/1157834/770/hamil-anggur--mola-hidatidosa-

Read More..